DINA

dinamarlia.blogspot.com

Kamis, 26 Desember 2013

Essay Tentang Pendidikan Anak Usia Dini



Pendahuluan
Anda tentu sangat familiar dengan film Samson dan Delila. Personifikasi Samson adalah manusia dalam asuhan binatang, besar di rimba belantara, dapat berkomunikasi dengan semua penghuni rimba namun tidak bisa berkomunikasi dengan sesama manusia. Fenomena Samson sama halnya dengan Hayy bin Yaqzan yang besar dalam asuhan Rusa. Hayy memiliki sifat dan skill sebagaimana rusa yang dapat berlari dengan sangat kencang, gesit, dan lincah. Apa yang dapat kita baca dari film tersebut?. Sebagian besar dari kita tentu mengamini bahwa pendidikan dan pembiasaan akan membentuk kemampuan seseorang. Individu yang tidak mengenyam pendidikan bagaimanapun besarnya potensi yang dimiliki tidak akan efektif beraktualisasi di dunia modern yang menganut life based knowledge and technology.
Pendidikan sebagai sebuah kebutuhan telah disadari benar oleh masyarakat. Keyakinan bahwa pendidikan merupakan salah satu variabel kesuksesan hidup menjadi pendorong utama setiap individu untuk menjadi manusia pembelajar. Atas dorongan kebutuhan dan keyakinan sebagaimana ajaran agama yang menganjurkan menuntut ilmu semenjak dalam ayunan hingga menjelang ajal menempatkan pendidikan sebagai “barang mewah” yang dicari setiap manusia. Dampaknya jelas, diversifikasi pendidikan menjadi varian baru dalam bidang jasa pendidikan. Salah satu diversifikasi pendidikan yang semakin mendapatkan tempat adalah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).
Dalam pandangan yang pragmatis, bagi sebagian orang PAUD adalah alternatif “penitipan anak” bagi pasangan suami isteri yang sibuk dari pada menitipkan anak dalam asuhan “pembantu”. Anak dalam bimbingan para guru di PAUD bagi masyarakat dianggap lebih safe dan lebih banyak mengandung unsur edukatif.
Dalam sejarahnya, keberadaan PAUD di manca negara diawali keinginan untuk “menyelamatkan” anak yang berasal dari keluarga yang kurang beruntung. Sebagaimana penelitian yang menyebutkan bahwa anak-anak yang berasal dari profesional lebih banyak dalam perkembangan kata-kata dibanding anak-anak para pekerja dan penganggur. Anak-anak dari keluarga profesional dan pekerja cenderung memperoleh feed back yang membesarkan hati, sementara anak-anak dari keluarga penganggur cenderung memperoleh feed back yang mengecilkan hati. Anak-anak yang sejak kecil berada dalam kondisi tertekan akan cenderung mengalami kesulitan di masa dewasanya dan terjebak dalam kenakalan. Dari latar belakang tersebut munculah pendidikan pra sekolah yang di Indonesia populer dengan Pendidikan Anak Usia Dini.
Dalam perkembangannya, keberadaan PAUD tidak saja sebagai wahana penitipan anak, namun juga sebagai persiapan meningkatkan ketercapaian prestasi akademik. Bahkan lebih serius lagi, pendidikan pranatal disertai pengaturan gizi telah dipersiapkan oleh para orang tua untuk memperoleh kualitas maksimal dalam bidang akademik. Bahkan orang tua menyiapkan waktu khusus untuk pendidikan parenting agar tidak salah langkah dalam mengurus anak. Salah satu materi penting dalam parenting pranatal adalah memaksimalkan potensi perkembangan otak janin yang dalam kandungan akan berkembang dengan kecepatan 250.000 sel setiap menit.

Apa yang harus diajarkan di PAUD ?.
Diskursus tentang apa yang harus diajarkan pada Pendidikan Anak Usia Dini merupakan diskursus yang terus berkembang. Sebagaian masyarakat menginginkan anaknya diberi dasar-dasar calistung (baca, tulis, hitung), dan sebagian lagi menginginkan PAUD tak ubahnya tempat bermain bagi anak-anak karena dunia anak adalah dunia bermain. Di Amerika Serikat dan Inggris, saat ini telah terjadi pergeseran orientasi, PAUD tidak lagi sebagai wahana bermain anak-anak tetapi mengarah ke pembelajaran keterampilan dasar. Di Flanders dan Hungaria, PAUD lebih menekankan pembelajaran permainan, konstruksi spontan, dan latihan baca tulis (Muijs dan Reynold, 2010). Bagi penulis, materi terbaik yang diberikan anak-anak di PAUD adalah dasar-dasar keterampilan, baik keterampilan calistung maupun keterampilan sosial, namun dikemas dalam nuansa bermain.
Latihan menghitung dapat dikemas dalam permainan balok, latihan menulis dapat dimulai dari hal-hal yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak, begitu pula dengan materi membaca. Keterampilan sosial dan komunikasi penting karena masa-masa di PAUD adalah masa transisi dari rumah ke sekolah. Ayah dan ibu yang secara emosi dan psikologi sangat dekat harus digantikan oleh orang lain. Bahasa tubuh, gesture, yang sangat dipahami oleh ayah dan ibu kadang tidak dimengerti oleh orang lain sehingga anak harus berlatih komunikasi dengan orang lain. Demikian juga anak-anak harus menyerap informasi baru dari orang lain yang tentu caranya berbeda dengan kebiasaan di rumah. Intensitas komunikasi antar anak dan guru akan sangat menunjang keterampilan anak dalam berkomunikasi dan bersosialisasi yang secara langsung akan menentukan sukses tidaknya masa transisi. Ketidaksuksesan masa transisi berakibat anak-anak phobi sekolah atau minta pindah sekolah. Untuk itu orang tua harus secara intens membangun komunikasi dengan guru dan memantau anaknya dalam fase-fase kritis.
Orang tua harus secara kontinyu membaca buku komunikasi sekolah dengan orang tua tentang perkembangan anaknya sehingga dapat mengambil tindakan dengan tepat. Dan bagi sekolah, buku komunikasi sangat penting tidak saja sebagai bagian dari service sekolah terhadap kostumer tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral sekolah terhadap orang tua yang telah percaya menyekolahkan anaknya.
Kompetensi apa yang diharapkan dari anak pra sekolah?
Kompetensi bergantung pada materi. Kompetensi merupakan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik dari suatu subjek materi pelajaran. Lalu apa kompetensi anak-anak yang harus dikuasai di PAUD. Dari uraian materi di atas dapatlah disimpulkan bahwa kompetensi yang harus dikuasai adalah keterampilan berkomunikasi (baik reseptif maupun ekspresif), keterampilan bersosialisasi, dan keterampilan dasar-dasar calistung. Sebagai orang tua secara mudah dapat kita lihat perkembangan anak yakni dengan daya interest anak untuk berangkat sekolah, materi cerita anak di rumah, dan tentu input yang diberikan oleh sekolah. Jika anak-anak tidak betah di sekolah berarti ada yang tidak sukses dalam fase transisi, jika anak tidak pernah cerita di rumah tentang sekolah dan teman-temannya serta gurunya berarti sekolah gagal dalam menciptakan kesan asyik bagi anak didiknya.
Muijs dan Reynold mendefinisikan keterampilan kesiapan sekolah meliputi:
1. Keterampilan sosial, menghormati orang lain, bekerja secara kooperatif, dan berlatih mendengarkan orang lain.
2. Keterampilan komunikasi: seperti meminta bantuan ke orang lain, mengutarakan pikiran dan perasaan
3. Perilaku terkait tugas; tidak mendisrupsi (mengganggu) orang lain, menyelesaikan tugas dari guru

Strategi belajar PAUD
Strategi pembelajaran di PAUD tentu linier dengan materi dan kondisi anak-anak. Sebagaimana diuraikan di atas dimana materi dikemas dalam nuansa bermain, maka PAUD sudah seharusnya menggunakan strategi belajar yang menyenangkan, cenderung direktif dan konkrit. Guru dapat melaksanakan pembelajaran dengan cerita, percakapan, dan demonstratif yang sekaligus mengandung unsur eksplorasi kemampuan anak. Mengeksplorasi kemampuan anak penting karena akan melatih anak untuk beraktualisasi di kelas. Di Amerika Serikat, pendidikan pra sekolah yang sangat berpengaruh adalah program High Scope. Di sekolah ini model pembelajarannya bersifat langsung dengan objek riil sehingga siswa aktif. Sementara di Italia, pendidikan pra sekolah yang dikenal dengan proyek Regio Emillio menerapkan pembelajaran tematik berbasis proyek dengan menekankan interaksi antara guru dan murid.
Strategi pembelajaran di PAUD dapat dilakukan dengan model sebagai berikut:
1. Bermain: mengembangkan bahasa reseptif dan ekspresif
2. Drama dan sandiwara pendek: membantu perluasan pemikiran dan pembentukan karakter
3. Diskusi dalam format bermain
4. Mengkategorikan objek: sebagai bentuk klasifikasi
5. Kerja berpasangan atau berkelompok
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, anak-anak dalam tingkatan PAUD kini telah diperkenalkan dengan dunia komputer. Pembelajaran berbasis komputer kini telah menjadi bagian dari model pembelajaran PAUD. CD-CD tentang materi PAUD kini telah banyak beredar di pasar dan dapat pula didown load untuk menggantikan sebagian objek pembelajaran.

Penilaian dalam PAUD
Masa kanak-kanak sering disebut sebagai fase golden growth. Pada fase ini perkembangan otak sangat cepat begitu juga dengan kemampuan fisik yang lain. Perubahan yang begitu cepat tentu menjadikan penilaian sesaat menjadi tidak tepat, tidak reliabel. Dengan demikian model tes standar sebagai bentuk assesmen tidak tepat lagi. Model yang relatif tepat adalah model portofolio atau rekam jejak siswa. Portofolio dan rekaman dapat dijadikan bahan analisis untuk mengevaluasi tingkat perkembangan siswa. Selain itu dapat pula dengan model pengamatan terstruktur yang kontinyu sehingga perkembangannya dapat jelas disimak.


Sumber: http://djejak-pro.blogspot.com/

BIOGRAFI J.K ROWLING

Biografi J.K. Rowling - Siapa yang tidak tahu dengan tokoh penyihir yang terkenal Harry Potter. Seorang penyihir remaja yang merupakan pelajar di Sekolah Sihir Hogwarts. Ia memulai petualangan bersama sahabatnya Ronald Weasley dan Hermione Granger. Dalam layar lebar karakter Harry Potter diperankan oleh Daniel Radcliffe, Rupert Grint sebagai Ronal Weasley, dan Hermoine Granger yang diperankan oleh Emma Watson. Kali ini kita akan membahas pengarang tokoh terkenal tersebut. Berikut ini sekilas mengenai biografi J.K. Rowling.

                                         
Joanne Kathleen Rowling atau lebih dikenal sebagai J.K. Rowling lahir di Yate, Gloucestershire Utara, Inggris, 31 Juli 1965. Sebagai seorang ibu tunggal yang tinggal di Edinburgh, Skotlandia, Rowling menjadi sorotan kesusasteraan internasional pada tahun 1999 saat tiga seri pertama novel remaja Harry Potter mengambil alih tiga tempat teratas dalam daftar New York Times best-seller setelah memperoleh kemenangan yang sama di Britania Raya. Kekayaan Rowling semakin bertambah saat seri ke-4, Harry Potter dan Piala Api diterbitkan pada bulan Juli tahun 2000. Seri ini menjadi buku paling laris penjualannya dalam sejarah.

Sebagai seorang lulusan Universitas Exeter, Rowling berpindah ke Portugal pada tahun 1990 untuk mengajar Bahasa Inggris. Disana dia berjumpa dan menikah dengan seorang wartawan Portugis. Anak perempuan mereka, Jessica dilahirkan pada tahun 1993. Selepas perkawinannya berakhir dengan perceraian, Rowling berpindah ke Edinburgh bersama-sama dengan anaknya tinggal berdekatan dengan rumah adik perempuan Rowling. Di Edinburgh, Rowling menghadapi masalah untuk menghidupi diri dan anaknya. Semasa hidup dalam kesusahan itu, Rowling mulai menulis sebuah buku.

Ia merasa kemampuan menulisnya mungkin bisa menjadi jalan keluar untuk hidupnya yang sulit, tetapi ia tak mempunyai fasilitas yang memadai. Ia tidak memiliki komputer, dan hanya memiliki mesin tik tua. Ia juga tak mempunyai uang, bahkan hanya untuk membayar foto kopi. Maka ia terpaksa mengetik ulang naskah yang sama hingga beberapa kali agar bisa diserahkan ke beberapa penerbit. Dikatakan Rowling mendapat ide tentang penulisan buku itu sewaktu dalam perjalanan menaiki kereta api dari Manchester ke London pada tahun 1990. Ia menyerahkan naskahnya ke beberapa penerbit, sebanyak 12 penerbit menolak naskah yang ia buat, Setelah beberapa kali ditolak, penerbit ke 13 lah yang menerima naskahnya dan mulai memasarkannya, akhirnya nasib dan takdir baik berpihak padanya, Rowling berhasil menjual buku Harry Potter dan Batu Bertuah untuk jumlah sebanyak $4000.

Menjelang musim panas pada tahun 2000, tiga buku pertama Harry Potter: Harry Potter dan Batu Bertuah, Harry Potter dan Kamar Rahasia, dan Harry Potter dan Tawanan Azkaban telah menangguk keuntungan lebih kurang 480 juta dolar AS dalam masa tiga tahun dengan cetakan 35 juta naskah dalam 35 bahasa. Pada Juli 2000, Harry Potter dan Piala Api telah dicetak buat pertama kalinya sebanyak 5,3 juta naskah dengan pesanan tambahan sebanyak 1,8 juta naskah. Rowling, yang kini salah seorang wanita terkaya di Britania, merancang untuk mengarang tujuh buah buku bagi seri tersebut yang setiap satunya meriwayatkan tentang setiap tahun Harry Potter yaitu seorang bocah penyihir dan temannya berada di Sekolah Sihir Hogwarts.

Buku kelimanya, Harry Potter dan Orde Phoenix, telah mulai dipasarkan pada 12 tengah malam 21 Juni 2003, serentak di seluruh dunia selepas lebih kurang 3 tahun buku keempat diterbitkan. Buku keenam Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran juga telah diluncurkan secara resminya serentak seluruh pada 12.01 malam 16 Juli 2005. Untuk melancarkan buku itu, ia mengadakan keramaian istimewa di Edinburgh Castle. Ia melibatkan diri dalam beberapa salam jumpa dan meluangkan waktu dengan pembaca kanak-kanak yang meminati bukunya. Sejauh ini, peluncuran buku keenamnya di seluruh dunia lebih mendapat perhatian dari peluncuran buku Harry Potter yang lain. Setelah melewati kesuksesan dengan buku keenam, Rowling meluncurkan buku ketujuhnya yang berjudul Harry Potter dan Relikui Kematian pada tahun 2007.

Harry Potter and the Sorcerer’s Stone telah diangkat ke layar lebar di bawah arahan yang mulai ditayangkan pada 16 November 2001. Pada ujung minggu pembukaannya di Amerika Serikat, ia telah memecahkan rekor dengan keuntungan sekitar 93,5 juta dolar AS (20 juta dolar lebih banyak dari pemegang rekor terdahulu yaitu film 1999, The Lost World: Jurassic Park). Sekuel film seri ini, Harry Potter and the Chamber of Secrets, mulai ditayangkan pada 15 November 2002 dan menjadi film ketiga untuk pembukaan ujung minggu terbaik dalam sejarah pecah panggung. Film ketiga, Harry Potter and the Prisoner of Azkaban telah mulai ditayangkan pada 4 Juni 2004.

Penghujung Desember 2001, Rowling menikah dengan Dr. Neil Murray di rumah mereka di Skotlandia. Anak kedua dan anak lelaki pertama mereka, David Gordon Rowling Murray, dilahirkan pada 24 Maret 2003, di Royal Infirmary, Edinburgh. Untuk menjaga anaknya itu, Rowling mengatakan yang dia akan jarang muncul di depan orang banyak dan menandatangani buku kelima yang pada saat itu baru dilancarkan. Tak berapa lama selepas mengumumkan yang buku keenam seri Harry Potter telah sempurna dikarang, Rowling melahirkan anak perempuan pada 23 Januari 2005 dan dinamai Mackenzie Jean Rowling Murray.

"Kemiskinan memuat rasa takut, dan stres, dan kadang-kadang depresi. Kemiskinan itu berarti beribu penghinaan dan kesulitan. Berjuang keluar dari kemiskinan dengan usaha Anda sendiri, itulah yang sesungguhnya menjadi kebanggaan diri sendiri, tetapi kemiskinan itu sendiri hanya terkesan baik oleh orang bodoh. Apa yang paling saya takuti di usia saya seperti Anda? bukan kemiskinan, tetapi kegagalan. Kegagalan mengajarkan saya hal-hal tentang diri saya sendiri bahwa saya bisa belajar … Saya menemukan bahwa saya memiliki kemauan yang kuat, dan disiplin lebih dari yang saya duga, saya juga menemukan bahwa saya memiliki teman-teman yang nilainya benar-benar melebihi harga permata" - JK Rowling.

Daftar Novelnya yang terkenal :
  1. Harry Potter and the Philosopher's Stone (26 June 1997)
  2. Harry Potter and the Chamber of Secrets (2 July 1998)
  3. Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (8 July 1999)
  4. Harry Potter and the Goblet of Fire (8 July 2000)
  5. Harry Potter and the Order of the Phoenix (21 June 2003)
  6. Harry Potter and the Half-Blood Prince (16 July 2005)
  7. Harry Potter and the Deathly Hallows (21 July 2007)
Referensi :
http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/02/biografi-jk-rowling.html
http://id.wikipedia.org/wiki/J.K._Rowling

DONGENG




Dongeng merupakan salah satu bentuk dari prosa lama yang menurut Kamus Besar Indonesia dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi. Jenis-jenis dongeng yaitu fabel, sage, mite, legenda, epos, parabel, dan dongeng jenaka. Saya akan memberika contoh dongeng yaitu fabel (dongeng yang tokohnya adalah binatang).

Kancil Kena Batunya

Kabar tentang kebun timun pak tani yang tengah berbuah lebat santer terdengar di hutan belantara. Seluruh hewan herbivora (pemakan tumbuhan) menjadikannya topik pembicaraan dimana-mana. Sembari meneguk air liur, mereka membayangkan betapa ranum dan lezatnya buah timun. Sayangnya, kebun pak tani ditepi hutan itu dikelilingi pagar tinggi & rapat. Mustahil untuk memasukinya.

Dan kabar tentang buah timun dikebun pak tani juga terdengar sampai ke telinga Kancil.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba ! Kancil bersorak girang dalam hati. Musim kemarau yang panjang membuatnya sulit menemukan rumput segar untuk dimakan. Pohon-pohon meranggas. Sudah berbulan-bulan kancil hanya bisa mengganjal perutnya dengan daun-daun yang telah mengering.

Membayangkan nikmatnya timun di kebun pak tani tak urung membuat air liur kancil ikut meleleh. Maka di suatu senja ia pun berjalan mengendap-ngendap ke kebun pak tani. Sampai malam menjelang ia berjalan memutari kebun pak tani yang terpagar ketat. Berdiri kokoh dan kuat. Tanpa ada jalan masuk sedikitpun. Kancil hampir putus asa menemukan kenyatan, bahwa tak ada celah yang bisa ia jadikan jalan untuk memasuki kebun pak tani.

Ditengah keputusasaannya itu, secara tak sengaja ia melihat sebuah lubang kecil terletak dibawah tiang pagar yang tembus kedalam kebun. Baik pak tani maupun binatang-binatang didalam hutan tampaknya tak tahu akan hal ini. Lubang itu tersamar dibawah tumpukan ranting-ranting kering.

Ini dia yang dicarinya !

Sekali lagi, kancil bersorak girang dalam hati. Namun ia menahan keinginannya untuk segera masuk melalui lubang tersebut. Hari telah malam, dan lagi, kancil telah punya rencana sendiri untuk menjalankan niatnya mencuri timun dikebun pak tani. Sebuah strategi dengan jalan memanfaatkan tenaga hewan lain. Rencana yang sangat cerdik. Atau mungkin lebih tepat disebut rencana yang culas !

Besoknya, saat tengah hari yang terik, kancil bergegas menemui babi hutan. Sama seperti hewan lainnya dalam belantara, tubuh babi hutan terlihat kurus kerempeng. Tulang rusuknya bertonjolang seperti merencanakan desersi dari tubuhnya. Tampaknya kemarau telah membawa bencana gizi buruk bagi seluruh penghuni belantara.

Kancil dengan sengaja memilih babi hutan untuk dimanfaatkan. Sebab babi adalah ahli menyusup dalam lubang tanah. Tubuh babi yang kurus juga akan memperlancar usahanya itu. Sekarang tinggal bagaimana membujuk babi hutan agar mau mengikuti akal bulusnya, guman kancil dalam hati. Sungguh perkara yang gampang. Selain terkenal polos, situasi kekurangan pangan yang tengah dialami oleh babi akan membuatnya mudah untuk diperdaya. Sebab kawan, bukankah kebodohan dan kelaparan membuat kita gampang terjerumus kedalam tindak kejahatan ? Jadi, waspadalah, waspadalah !

Berlagak acuh tak acuh, kancil mondar mandir dihadapan babi hutan. Lagaknya seperti wisatawan domestik memakai kacamata hitam lalu lalang dihadapan bule-bule berbikini di pantai Kuta.

Katanya (seolah berbicara pada diri sendiri) “ Betapa nikmatnya disiang hari yang panas ini makan buah timun yang ranum, lezat dan airnya segar..nyam..nyam..nyam..”

Babi hutan yang tengah keroncongan mendadak melelehkan air liur demi mendengar perkataan kancil. Dan seperti hewan lain dibelantara itu, babi hutan juga mengetahui kalau itu suatu hal yang mustahil. Pagar kebun pak tani terkenal kuat, rapat dan tak mungkin dimasuki.

“ Berhentilah mengkhayal kawan. Tak ada jalan untuk masuk ke kebun timun itu “ Gerutu babi hutan kesal.

“ Siapa bilang ? “ Sanggah kancil. Lalu melanjutkan dengan nada suara yang bersungguh-sungguh “ Aku telah menemukan jalan masuk ke kebun itu. tapi aku mohon padamu kawan, ssstttt…- seolah takut didengar hewan lain – jangan mengatakan ini kepada siapapun. Ini rahasia kita berdua..”

Mendengar ucapan kancil, babi hutan sontak kaget. Wajahnya sumringah siswa yang lulus UAN.

“ Betulkah yang kau katakana itu kawan ? lalu kenapa kau tidak memasukinya kalau kau betul telah menemukan jalan untuk masuk ke kebun itu ?“

“ Begini kawanku babi hutan yang tampan. Jalan masuk itu berupa lubang ditanah, tepat dibawah tiang pagar diluar kebun yang tembus kedalam. Tahu sendirilah kawan, dibelantara ini, cuma kamu satu-satunya pakar dalam hal melewati lubang tanah “

Telinga babi hutan berdiri mendengar pujian kancil kepadanya. Tanpa berpikir panjang lagi (didorong oleh rasa lapar) babi hutan bersikeras mengajak kancil ke kebun pak tani untuk melihat lubang tembus tersebut. Kancil pmengelak halus dari ajakan babi hutan. Mirip anggota DPR yang disodori amplop oleh para makelar proyek dan pura-pura menolak.

“ Tapi bagaimana denganku kawan. Aku tentu tak bisa mengikutimu masuk kebun lewat lubah tanah itu. sementara kau enak-enakan didalam makan timun, aku tetap kelaparan diluar menunggumu “ kancil memberikan alasannya.

Babi hutan menepiskan kakinya. “ tak usah kau khawatir soal itu kawan. Saat aku telah sampai didalam, aku akan memberikan buah timun kepadamu diluar melalui lubang tanah itu. Bagaimana ? cukup adil kan ? “

Tawaran babi hutan itu seperti yang telah diduga sebelumnya oleh si kancil. Lalu mereka berdua beranjak ke kebun pak tani. Tepat ditempat dimana lubang tanah yang tembus itu, kancil menunjukkan kepada babi hutan.

“ Ini dia lubangnya kawan “

“ Aha ! ini soal gampang. Tunggu saja kawan. Begitu aku masuk, aku akan segera memberitahukannya kapadamu “ jawab babi hutan.

Lalu babi hutan pun dengan mudahnya menyusup kedalam kebun pak tani melalui lubang ditanah itu. Babi hutan terperangah begitu menyaksikan buah timun bergelantungan diseantero kebun. Buahnya besar-besar dan ranum.

Dari balik pagar, babi hutan berseru kepada kancil yang menunggu diluar.

“ Kancil kawanku, aku akan memetik timun dan mengirimkannya kepadamu diluar. Nanti setelah diluar baru kita bagi dua dan sama-sama memakannya “

“ Baiklah kawan. Aku tunggu “ sorak kancil kegirangan.

Babi hutan tak menunggu waktu lama. Ia memetik buah timun sebanyak mungkin. Seluruh hasil petikannya dilungsurkan kepada kancil melalui lubang masuknya tadi. Sejam berlalu, buah-buah timun telah teronggok setinggi satu meter dihadapan si kancil diluar pagar. Merasa telah cukup, babi hutan pun berniat keluar.

“ Kawan, apakah buah timun yang kupetik telah cukup untuk kita berdua !? kalau sudah cukup, aku akan segera keluar ! “ teriak babi hutan dari dalam.

Melihat gundukan buah timun dimukanya, kancil berubah pikiran. Ia ingin memiliki seluruh buah timun itu sendiri untuknya. Kancil memikirkan bagaimana caranya bisa mengelabui babi hutan.

“ Kawan, aku punya rencana bagus. Bagaimana kalau kamu istirahat dulu sejenak didalam sambil memakan buah timun sebanyak mungkin. Dengan begitu, buah timun kita diluar tetap utuh. Coba pikirkan, kamu akan kenyang memakan buah timun didalam kebun, lalu setelah keluar, kamu tetap akan mendapatkan bagian yang sama denganku !? “ balas kancil berteriak

Betul juga, pikir babi hutan mendengar usulan kancil

“ Baiklah kawan, kamu sungguh adil dan baik hati. Lagipula aku sudah sangat lapar. Kalau begitu tunggulah aku barang sejenak “ jawab babi hutan.

Tanpa berpikir panjang lagi, babi hutan dengan lahap memakan buah timun dari dalam kebun. Tanpa disadarinya, kini tubuhnya telah berubah menjadi sangat gemuk. Begitu gemuknya sampai-sampai ia tak mampu lagi melewati lubang tanah yang dimasuki tadi. Babi hutan mendadak panik. Pak tani pemilik kebun memiliki anjing penjaga yang ganas. Bila ia sampai terperangkap didalam kebun ini, maka tamatlah riwayatnya. Kawan, inilah buah dari keserakahan. Babi hutan cepat-cepat memberitahukan kesulitan itu pada kancil yang berdiri menunggunya diluar. Mohon bantuan, situasinya darurat.

“ Kawan, aku tak bisa keluar. Tubuhku tidak sekurus tadi sewaktu masuk “ teriak babi kebingungan.

Kancil tertawa kecil. Justru inilah yang diinginkannya. Dengan begitu ia tak perlu membagi timun ini kepada babi hutan.

“ Begini kawan. Satu-satunya jalan agar kau bisa keluar hanya jika kau berpuasa barang sehari dua hari. Tunggulah sampai tubuhmu kembali kurus seperti semula “ saran kancil seolah ikut prihatin. Sambil berkata, diam-diam ia bergegas menyusun timun itu keatas pelepah pohon palem dan menyeretnya menuju tempat yang aman.

“ Tapi kawan, bagaimana jika pak tani datang membawa anjingnya “ keluh babi hutan pasrah.

“ Justru itulah yang kuinginkan. Dasar babi hutan bodoh ! “ ujar kancil dalam hati sambil tertawa kecil melangkah pergi meninggalkan tempat itu.

Tak ada balasan dari si kancil. Babi hutan berteriak berulang-ulang. Tetap tak ada jawaban. Kini babi hutan terduduk lesu dibalik pagar. Sadarlah ia kini, kalau kancil telah memperalatnya. Hatinya diliputi amarah. Panas dibakar dendam. Ia berjanji akan membalas kejahatan kancil terhadapnya. itu pun kalau anjing pak tani tidak keburu datang untuk memangsanya.

Hari berganti malam. Tak terasa sudah tiga hari kemudian.

Kancil terlihat tengah asyik menikmati buah timun ditempat kediamannya yang tersembunyi. Sudah tiga hari berturut-turut ia hidup mewah dari hasil kejahatannya itu. Kadang ia tertawa sendirian mengingat babi hutan yang telah diperdayanya. Pasti babi hutan telah tamat riwayatnya ditaring anjing pak tani. Dunia memang hanya diciptakan untuk mereka yang cerdik, batin kancil dalam hati.

Bukannya sedih, justru kancil tertawa terpingkal-pingkal bila mengingat itu semua.

Sebuah gerakan dari balik semak-semak menghentikan tawa kancil. Kini mukanya berubah pucat pasi. Lututnya gemetar. Badannya menggil-gigil. Sosok babi hutan dengan wajah beringas tiba-tiba muncul dihadapannya. Mata babi hutan memelototinya buas. taringnya mencuat. Tajam dan siap menyeruduknya. Sungguh sangat menyeramkan.

“ Ka…ka….ka…kau….” ujar kancil gugup. Mulutnya seolah terkunci. Pemandangan ini sungguh diluar dugaannya.

.” Ya ! saya masih hidup kancil culas ! “ geram babi hutan. Ia bersyukur karena pak tani dan anjingnya tak kunjung datang selama 3 hari ia terperangkap didalam kebun..

Babi hutan menyepak-nyepakkan kakinya kedalam tanah. Kepalanya menjulur kedepan. Dalam posisi tunduk, Ia bersiap menyerang kancil dengan taringnya.

“ Terimalah pembalasanku sekarang “ teriak babi hutan sambil menyerbu kancil.

Kancil melompat menghindar. Berlari lintang pukang. Seluruh tenaganya dikerahkan untuk berlari menyelamatkan diri dari babi hutan yang kalap. Kejar mengejar pun terjadi.

Kancil akhirnya tiba ditepi sungai. Nafasnya terengah-engah. Babi hutan yang mengejarnya tertinggal jauh dibelakang. Ia sama sekali belum aman. Sebentar lagi babi hutan juga akan sampai ke tempat itu.. Kancil memutar otaknya cepat. Ia bisa selamat hanya jika bisa menyeberangi sungai. Sungguh bukan sebuah perkara yang mudah. Mata-mata lapar kawanan buaya ganas sudah mengintainya sejak tadi dari balik permukaan air.

“ Kemarilah kancil kecil. Kau akan menjadi santapan kami hari ini “ teror buaya-buaya dari dalam sungai menciutkan nyali kancil.

Kini kancil menemukan dirinya terpojok. Malaikat maut seolah datang menyodorinya buah simalakama. Mati ditaring babi hutan, atau tewas dirahang buaya ? Keduanya sama sekali bukan pilihan yang elegan untuk mengakhiri hidup.

Berhubung babi hutan sudah tak mungkin lagi ia perdayai, maka ia pun mencoba keberuntungannya untuk memperdayai buaya-buaya sungai itu. Buaya-buaya yang kelaparan. Tentu sangat mudah untuk diperdaya.

“ Wahai kawanku buaya. Aku sama sekali tidak keberatan untuk menjadi makan siangmu. Tapi lihatlah tubuhku yang kecil ini. mana mungkin cukup dibagi-bagi buat kalian semua. Bagaimana kalau aku mencoba menghitung dulu jumlah kalian. Jika kurasa cukup, maka dengan rela aku ikhlas menyerahkan tubuhku untuk kalian santap “ rayu kancil dengan mimik memelas.

Kawanan buaya berbisik satu sama lain. Perkataan kancil tampaknya masuk diakal mereka.

“ Baiklah. Tapi bagaimana caramu untuk menghitung kami “ kata salah seorang dari buaya itu.

Kancil tersenyum dalam hati. Rayuannya mengena. Saatnya untuk menjalankan akal bulusnya.

“ Aku cuma minta kalian berjejer mulai dari tempatku berdiri sampai ketepi sungai diseberang. Dengan begitu, aku akan mudah melangkah diatas punggung kalian sambil berhitung. Bagaimana ? kalian setuju “ Tanya kancil

Kembali kawanan buaya itu berbisik satu sama lain.

“ Baiklah. Kami setuju. “ jawab buaya.

Dengan penuh keyakinan kancil mulai melangkah diatas punggung buaya sambil berhitung. Begitu sampai ditepi seberang sungai ia akan berlari secepat mungkin. Demikianlah rencananya.

“ satu.., dua…, tiga…, empat…….lim…. “ hitung kancil sambil melompat dari satu pungung ke punggung buaya yang lain. Tanpa terasa ia kini telah berada dipunggung buaya yang mengambang tepat ditengah-tengah sungai.

Tapi alangkah terkejutnya kancil. Buaya-buaya yang sebelumnya berjejer rapi, lurus sampai ke tepi, tiba-tiba berpencar menjauh. Kawanan buaya membentuk formasi melingkar sama sekali tak terjangkau oleh lompatannya. Maka kancil pun terkepung tepat ditengah-tengah sungai. Bayangan kematian kembali menari-nari dipelupuk mata kancil.

“ Kawan, aku belum selesai berhitung. Aku belum tahu apakah jumlah kalian cukup untuk membagi-bagi tubuhku ini ? “ kancil tetap mencoba meyakinkan kawanan buaya.

Buaya-buaya itu malah tertawa terbahak-bahak.

“ Wahai kancil. Kami tahu. Kamu hanya memperalat kami. Kamu hanya memanfaatkan punggung kami untuk sampai keseberang sungai itu kan ? “ kata seekor buaya.

Lalu buaya lainnya menambahkan. “ lagipula, kami tidak pernah mempersoalkan sedikit banyaknya jumlah makanan. Sedikit atau banyak buat kami bukan masalah. Karena kami akan tetap membaginya sama rata diantara kami. Ketahuilah wahai kancil. Sedikit atau banyak akan tetap cukup bagi kami, selama kami bisa bersyukur dan tidak serakah “

Kancil tertunduk pasrah. Ia menyesal telah memandang remeh buaya-buaya ini. Kancil mengira buaya-buaya kelaparan dihadapannya sama seperti dirinya. Serakah dan enggan berbagi dengan sesama.

Sejurus kemudian kancil yang culas itu akhirnya tewas diterkam rahang buaya-buaya sungai yang ganas. Babi hutan menyaksikan kematian kancil yang menggenaskan dari tepi sungai. Mulai hari itu, babi hutan berjanji untuk tidak seraka




sumber: http://syarif-f.blogspot.com/p/dongeng-kancil-kena-batunya.html